Mitos Seputar Madu

Banyak sekali teori di masyarakat untuk menakar keaslian dan kualitas sebuah madu.
Sayang sebagian besar salah kaprah.

1. Mitos: Madu asli tidak dikerubungi semut
   Fakta: Tidak betul, semut sering menjadi masalah bagi peternak.
Tapi semut memang tidak menyukai jenis madu tertentu yang rasanya terlalu asam.

2. Mitos: Madu tidak akan basi
Fakta: Semua madu yang disimpan tidak dalam penyimpanan yang disegel akan menyerap kelembaban dari udara         dan bisa menjadi basi. Kalau disegel dengan baik dan disimpan dalam temperatur ruangan, barulah tidak akan basi.

3. Mitos: Pasien diabetes tidak boleh minum madu
Fakta: Madu aspal kadang ditambah gula, dan sebaiknya dihindari.
    Tapi madu alami masih bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes.
    Madu memiliki indeks glikemik rendah yang artinya sehat diserap darah.

4. Mitos: Kualitas madu tergantung warnanya
Fakta: Tidak betul, setiap madu tergantung sumber bunganya sehingga warnanya akan berbeda-beda.

5. Mitos: Jangan minum madu yang sudah mengkristal
Fakta: Perubahan bentuk tidak mengubah kualitas dan nutrisi madu.

6. Mitos: Kuning telur akan matang jika dicampur madu asli
Fakta: Sebenarnya kuning telur bukan matang, tapi hanya menggumpal (koagulasi).
Itu adalah reaksi ketika sifat asam dari madu bercampur dengan protein dan lemak dari kuning telur.

Sumber:
http://travel.tribunnews.com/2018/03/03/5-mitos-dan-fakta-seputar-madu-yang-banyak-beredar-dan-dipercaya-termasuk-tidak-akan-basi
Artikel dengan editan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top